Fathin berdiri diam, kaki kecilnya enggan melangkah maju, sang Mama terlihat sabar menunggu reaksi anak keduanya yang sedikit pemalu, di bandingkan Icha kakaknya, Fathin bukan type anak yang bisa langsung membaur bermain dengan teman baru,"Ayo sayang...kesini " ajakkan sang mama hanya di liatnya sekilas, dan fathin tetap berada di tempatnya semula, tidak ada yang menarik hatinya, padahal taman bermain ini ramai dengan anak-anak yang sebayanya,"Liat tuh kak Icha...main ayunan...ikut yuk " Mama membujuk, membawa anak-anak main di luar seperti di taman ini perlu, melatih anak untuk bersosialisasi pikirnya.
Fathin bergerak maju, baru dua langkah kecil tiba-tiba dia kembali diam di tempatnya, matanya menatap sesuatu yang bergerak di rumput,"Kucing..." katanya dengan riang, senyumnya langsung beredar, langkahnya berubah cepat, Fathin mendekat,"Ma...Kucing" ucapnya dengan mimik lucu.
"Iya...siapa nama Kucingnya?"
"Icha..."
"Kok Icha...Icha itu nama kakaknya Fathin,ayo...siapa nama Kucingnya? Pussy aja ya "
"Pusi..."
"Kasi tau kak Icha, ada Kucing bilang"
Fathin mendekati kakaknya "Kak...kucing"
"Dimana dek?"
"Di situ..." tangannya menunjuk.
"Kasi tau teman adek, ada Kucing bilang" gaya Icha tak jauh beda dengan sang Mama.
Fathin terlihat ragu, belum ada yang di kenalnya, tapi keberaniannya muncul tiba-tiba, entah siapa yang berjalan didekatnya langsung ditegurnya, sambil berkata "Ada Kucing..."
Beberapa anak sebayanya mulai mendekat, mereka langsung terlihat akrab, Mama tersenyum melihat Fathin, jagoan kecilnya mulai membuka diri dan terlihat lebih berani.
***
Sore menjelang, sang Mama harus kembali membujuk Fathin, tapi kali ini kasusnya beda, Fathin tak ingin pulang, dia masih ingin bermain dengan teman-temannya hingga Mama terpaksa berjanji, besok ke taman lagi, bermain dan melihat pussy.
***
#end
Tidak ada komentar:
Posting Komentar