Selasa, 26 Maret 2013

Teman baru

Gadis kecil itu baru kemarin berusia 10 tahun, masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar, dia anak yang riang, punya rambut panjang yang selalu di kepang. Temannya banyak di sekolah karena Rhe, begitu dia selalu di sapa, murid yang berprestasi.
Perumahan tempat Rhe tinggal, perumahan baru yang penghuninya belum banyak.
Hari ini Rhe terlihat senang, dia akan mendapat teman baru, anak tante Icut,  tetangga sebelah yang baru pindah. Sepulang sekolah Rhe tak sabar ingin segera menyapa, "Nanti sore aja ke rumah sebelah sayang" kata sang Bunda, senyumnya melebar melihat wajah anaknya sedikit kecewa.
"Kenapa gak boleh sekarang sih Bund?" 
"Rhe kan baru pulang sekolah, seragamnya juga belum di ganti, dan yang terpenting, Rhe belum cuci tangan"
Rhe tersenyum malu, dia lupa, cuci tangan itu salah satu aturan yang tidak boleh di langgar di rumahnya, kata Bunda, kuman di telapak tangan itu sumber penyakit, dan Rhe percaya, disekolah juga di ajari seperti itu.

                    ***

Rhe telah selesai mandi sore, dia bersiap melangkah kerumah sebelah, tapi langkahnya terhenti diteras depan, ada yang datang, gadis kecil itu sebayanya, punya senyum yang cantik menurut Rhe, matanya bersinar, rambutnya sebahu memakai bando merah, seperti puteri dalam cerita dongeng yang sering di ceritakan Bunda.
"Hai,  namaku Anna" tangan sang tamu terulur ingin berjabat, Rhe tersenyum, lalu ikut meggulurkan tangannya tapi terhenti, karena ada suara yang membuatnya menoleh.
"Namaku Anni" tamu itu punya wajah yang sama, rambut yang sama dengan bando yang berwarna beda, biru.
Rhe tersenyum makin lebar, dapat dua teman yang sebaya, pasti menyenangkan.
"Namamu?" keduanya serentak bertanya, lalu tertawa bareng.
"Namaku Rhe.."
Sore yang indah.

                    ***
                    #End


Tidak ada komentar:

Posting Komentar